Pemenuhan Gizi Nasional Melalui Peningkatan Kapasitas, Pengetahuan, Informasi, Inovasi dan Kolaborasi Multi-Sektor
Pemenuhan gizi nasional merupakan kerja sinergis lintas sektor dengan menuntut keterhubungan antara kebijakan, bukti ilmiah, kapasitas pelaksana, inovasi tepat guna, dan kolaborasi jangka panjang.
Pemenuhan gizi nasional merupakan kerja sinergis lintas sektor. Keberhasilannya menuntut keterhubungan antara kebijakan, bukti ilmiah, kapasitas pelaksana, inovasi tepat guna, dan kolaborasi jangka panjang. Di tengah melimpahnya data, tantangan terbesar kita bukan lagi hanya terbatas memproduksi informasi, melainkan memastikan pengetahuan tersebut dapat diakses, dipahami, dan diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Center of Excellence Pemenuhan Gizi Nasional (CoE-PGN) hadir sebagai ruang strategis yang menjembatani antara riset ilmiah dengan kebijakan dan praktik lapangan.
Dalam kegiatan peluncuran CoE-PGN turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Rachmat Pambudy, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, perwakilan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) Manisa Zaman, serta perwakilan dari mitra pembangunan lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir dari pom.go.id, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dalam sambutannya menjelaskan tujuan program MBG ini merupakan sebuah upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Tujuan utama MBG adalah membangun generasi sehat, cerdas, produktif menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rachmat Pambudy.
Ruang Bersama dalam Pemenuhan Gizi Nasional
CoE-PGN dibentuk untuk menjadi pusat unggulan yang dapat menghubungkan kebijakan, riset, pembelajaran, inovasi, dan pengalaman implementasi. Salah satu inisiatif strategis yang dapat didukung adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hal tersebut bukan satu-satunya batas kerja CoE-PGN.
Positioning tersebut yang menjadikan CoE-PGN relevan untuk terus menguatkan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi dan peneliti, tenaga kesehatan dan pendidik, pelaksana program, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, serta mitra pembangunan.
Empat Area Kerja yang Saling Berkaitan
Penguatan Kapasitas
Area ini membantu sumber daya manusia (SDM), dan kelembagaan dalam mengembangkan kompetensi melalui kurikulum, modul, pelatihan berjenjang, pendampingan, dan pembelajaran berbasis praktik.
Riset dan Inovasi
Pada area ini memiliki fungsi untuk membantu menghasilkan serta mendiseminasikan bukti yang relevan dalam memahami kebutuhan, menguji pendekatan, memperbaiki desain program, dan mendukung pengambilan keputusan.
Manajemen Pengetahuan
Area ini berisikan data dan informasi untuk membantu mengumpulkan, mengkurasi, dan membagikan sumber belajar, praktik baik, hasil kegiatan, serta pembelajaran agar dapat digunakan kembali oleh lebih banyak pihak.
Pendekatan Sistem Terintegrasi
Area ini menjelaskan bahwa dalam pemenuhan pangan dan gizi, ada beberapa hal yang saling berkaitan, yaitu pendidikan, kesehatan, teknologi, pertanian dan kelautan, serta pendekatan inklusif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Website sebagai Pintu Masuk Pengetahuan dan Kolaborasi
Website CoE-PGN dikembangkan bukan hanya sekadar untuk menjadi etalase kelembagaan. Platform ini diarahkan untuk menjalankan fungsi knowledge hub, learning hub, collaboration hub, innovation hub, sekaligus kanal komunikasi resmi. Bagi pemerintah dan pelaksana program, website dapat menjadi pintu menuju pedoman, pembelajaran, praktik baik, dan referensi kebijakan. Sementara itu, bagi akademisi dan peneliti website dapat membantu menemukan kajian, publikasi, serta ruang pertukaran pengetahuan. Serta bagi pendidik, keluarga, dan masyarakat, website dapat menyajikan materi yang lebih mudah dipahami dan digunakan dalam konteks sehari-hari. Nilai website tidak hanya ditentukan dari banyaknya dokumen yang tersimpan, tetapi nilai akan lahir ketika sumber tersebut dikurasi dengan baik, diperbarui, diberi konteks, serta dihubungkan dengan program dan kebutuhan pengguna.
Dari Informasi Menuju Tindakan
CoE-PGN mengajak para pemangku kepentingan untuk bisa melihat pemenuhan gizi nasional sebagai ekosistem pembelajaran. Pengetahuan dari kebijakan, riset, pelatihan, dan praktek lapangan perlu bergerak dari dua arah: tingkat nasional ke daerah, dan dari pengalaman daerah kembali menjadi pembelajaran bersama. Melalui penguatan kapasitas, riset dan inovasi, manajemen pengetahuan, serta pendekatan sistem terintegrasi, CoE-PGN diharapkan dapat membantu berbagai pihak dalam menemukan rujukan yang relevan, belajar dari pengalaman, dan membangun kolaborasi yang lebih terarah.
Jelajahi program, artikel, kegiatan, dan sumber pengetahuan CoE-PGN untuk menemukan titik masuk yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.
