ToT Papua: Memenuhi Gizi Seimbang, Menjaga Keamanan Pangan, Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Kegiatan intensif yang dilakukan selama tiga hari di Hotel Horison Ultima Entrop, Jayapura ini menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas program di wilayah Timur Indonesia.
Jayapura, 14-16 Oktober 2025 – Dalam rangka memperkuat akselerasi perbaikan gizi nasional dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah diselenggarakan Training for Trainers (ToT) Tingkat Regional Wilayah Papua. Kegiatan intensif selama tiga hari di Hotel Horison Ultima Entrop, Jayapura, ini menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas program di wilayah Timur Indonesia.
Urgensi Intervensi Berkelanjutan di Papua
MBG merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menanggulangi masalah gizi krusial di Indonesia, seperti prevalensi stunting (19,8%), wasting (7,4%), dan anemia pada anak usia sekolah (16,3%) serta ibu hamil (27,7%). Keberhasilan program yang menargetkan cakupan luas ini sangat bergantung pada kualitas implementasi di tingkat daerah.
ToT Regional Papua bertujuan untuk meningkatkan kapasitas 71 peserta yang terdiri dari fasilitator tingkat provinsi dari berbagai instansi lintas sektor (Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPOM, DLHK, Poltekkes Jayapura, Universitas Cenderawasih, PERSAGI Papua, Kepala Regional BGN di Papua, SPPG Jayapura dan Gapai). Fasilitator regional ini dipersiapkan sebagai agen implementasi yang akan memimpin pelatihan berjenjang (cascading) ke tingkat kabupaten/kota.
Tiga Pilar Fokus Pelatihan Regional
Pelatihan yang menggunakan pendekatan andragogi dan berbasis simulasi ini difokuskan pada tiga pilar utama untuk memastikan implementasi MBG yang komprehensif:
- Standar Gizi dan Keamanan Pangan di SPPG: Penguasaan modul untuk mengawal mutu makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Materi mencakup higiene pribadi, sanitasi alat, pengendalian vektor, distribusi makanan, dan penanganan insiden keamanan pangan. Simulasi praktik seperti pemorsian makanan dan penimbangan sisa makanan diterapkan.
- Manajemen Program di Satuan Pendidikan: Peningkatan kapasitas dalam tata kelola program MBG di sekolah. Ini mencakup quality assurance distribusi, waktu konsumsi yang tepat, pemantauan, dan mekanisme pelaporan kegiatan oleh guru, tenaga kependidikan, dan tim UKS.
- Edukasi Gizi dan Pembentukan Perilaku: Pembekalan teknis bagi fasilitator untuk mendampingi guru dalam mengintegrasikan edukasi gizi (PAUD hingga SMA) ke dalam kurikulum dan pembiasaan harian. Hal ini bertujuan membentuk perilaku hidup sehat secara berkelanjutan, termasuk melalui praktik “Edukasi Lima Menit Sebelum Makan.”
Sinergi Lintas Sektor Mengawal Program
Kegiatan dibuka secara resmi oleh para tamu kehormatan yang turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan MBG di Tanah Papua.
- Dalam sesi pembukaan, Prof. Dr. Drajat Martianto, selaku Ketua Tim Pelaksana Centre of Excellence (CoE) Pemenuhan Gizi Nasional serta Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, dan Kesehatan IPB University, menyampaikan sambutan secara daring. Beliau menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pada sistem penyelenggaraan dan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk fasilitator yang memahami konteks lokal.
- Sementara itu, Mr. Aminuddin Muhammad Ramdan, Head of UNICEF Papua Field Office, menggarisbawahi komitmen UNICEF dalam mendukung penguatan kapasitas dan adaptasi lokal program MBG di Papua, khususnya dalam menjangkau kelompok rentan dan memastikan keberlanjutan layanan gizi di sekolah.
- Turut memberikan sambutan Matias Benoni Mano, S.Par., M.KP, Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Papua, yang menegaskan pentingnya pelibatan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan dapur SPPG sebagai bagian dari infrastruktur sosial yang mendukung kesehatan anak dan ketahanan pangan daerah.
- Sambutan terakhir diberikan oleh Brigjen (Purn.) Suardi Samiran, S.Sos., M.M., Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Badan Gizi Nasional, yang hadir secara daring. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya koordinasi antar sektor dalam memastikan MBG berjalan sesuai dengan standar nasional, baik dari sisi gizi maupun keamanan pangan.
Dampak dan Komitmen Akademik
Peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dinyatakan kompeten sebagai Fasilitator Regional Papua. Dengan mekanisme pelatihan berjenjang, transfer pengetahuan dan keterampilan teknis diyakini akan berjalan efektif hingga mencapai penjamah pangan di SPPG dan penyelenggara program di sekolah, memastikan 30.000 target SPPG di 2025 menyajikan makanan yang aman dan bergizi.
