Berita Kegiatan

ToT Regional Medan Perkuat Fasilitator Sumatera untuk Menjaga Mutu Gizi dan Keamanan Pangan Program MBG

Penguatan kapasitas fasilitator menjadi salah satu fondasi penting dalam keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kerangka tersebut, telah dilaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Tingkat Regional Sumatera.

3 September 2026CoE-PGNUmum
ToT Regional Medan

Penguatan kapasitas fasilitator menjadi salah satu fondasi penting dalam keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kerangka tersebut, telah dilaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Tingkat Regional Sumatera pada Selasa–Jumat, 3–6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 48 partisipan, yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Pelaksanaan ToT Regional Medan menjadi langkah strategis untuk memperkuat standar pelaksanaan MBG di wilayah Sumatera, khususnya dalam aspek gizi, keamanan pangan, implementasi program di satuan pendidikan, dan edukasi gizi. Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kapasitas sumber daya manusia yang akan berperan dalam menjaga mutu pelaksanaan program di lapangan.

Peserta kegiatan berasal dari unsur Kepala Regional Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup, Balai Besar POM, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Badan Pengendali Mutu Pendidikan (BPMP), Dewan Perwakilan Daerah PERSAGI. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi di Sumatera memperkuat tujuan utama kegiatan ini, yaitu membangun jejaring fasilitator yang memiliki pemahaman bersama terhadap standar nasional, sekaligus mampu menerapkannya sesuai konteks daerah masing-masing.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan terhadap tiga modul utama, yaitu:

  1. Standar Gizi dan Keamanan Pangan bagi Penjamah Pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG); 
  2. Modul Pelatihan Implementasi  Program MBG di Satuan Pendidikan; 
  3. Modul Edukasi Gizi pada Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pendidikan. 

Ketiga modul tersebut disusun sebagai landasan untuk memastikan bahwa Program MBG tidak hanya terlaksana dari sisi distribusi makanan, tetapi juga memenuhi prinsip aman, bergizi, higienis, dan edukatif. Dengan demikian, program dapat memberi manfaat yang lebih luas, baik bagi kesehatan peserta didik maupun bagi pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Pada pelaksanaan ToT Regional Medan, penguatan peran fasilitator menjadi salah satu fokus utama. Fasilitator diharapkan tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi tumbuh menjadi agen perubahan yang mampu menyalurkan pengetahuan, standar, dan praktik baik ke wilayah masing-masing. Peran ini penting agar implementasi MBG dapat berlangsung secara konsisten dan tetap selaras dengan pedoman nasional.

Pelatihan ini juga menegaskan pentingnya harmonisasi standar di seluruh provinsi di Sumatera. Dalam pelaksanaan program skala besar seperti MBG, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana pendukung, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, aspek mutu gizi, keamanan pangan, kebersihan, pemantauan, dan pelaporan perlu dipahami dan dijalankan secara disiplin oleh seluruh unsur yang terlibat.

Selain menitikberatkan pada keamanan pangan selama produksi dan distribusi makanan, kegiatan ini juga menempatkan edukasi gizi di satuan pendidikan sebagai bagian integral dari program. Peserta memperoleh penguatan materi terkait gizi seimbang, kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta pemilihan makanan sehat bagi anak, sehingga manfaat program diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga membentuk perilaku sehat yang berkelanjutan.

Pelaksanaan ToT Regional Medan berlangsung dalam semangat kolaborasi melalui Centre of Excellence Pemenuhan Gizi Nasional (CoE-PGN) sebagai platform kerja sama antara Bappenas, Badan Gizi Nasional, IPB University, dan UNICEF. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa penguatan kapasitas daerah dilaksanakan secara terarah dan berbasis standar yang sama di seluruh Indonesia.

Dalam konteks Sumatera Utara, penguatan kapasitas ini juga menjadi semakin relevan seiring dengan perkembangan implementasi Program MBG di daerah. Hingga awal Maret 2026, Sumatera Utara telah membangun 1.141 unit SPPG di 33 kabupaten/kota, yang menjangkau sekitar 2,8 juta penerima manfaat. Capaian tersebut menunjukkan bahwa skala pelaksanaan program terus berkembang, sehingga kualitas implementasi di lapangan harus diperkuat secara serius dan berkelanjutan.

Melalui ToT Regional Medan, diharapkan lahir fasilitator-fasilitator yang kompeten, berdedikasi, dan mampu mengawal pelaksanaan Program MBG di wilayah Sumatera secara lebih aman, terukur, dan berkualitas. Pada akhirnya, penguatan fasilitator regional ini menjadi bagian penting dari investasi jangka panjang dalam mendukung kesehatan, pembelajaran, dan masa depan generasi Indonesia.